Ilustrasi, meminjamkan uang. /Pexels/Karolina Grabowska

HALLO BOGOR – Riba adalah sesuatu yang diharamkan dalam syariat Islam. Riba adalah tambahan yang dibebankan oleh satu pihak ke pihak lain, yang berkaitan dengan barang riba, semisal memberi pinjaman uang kepada orang yang membutuhkan, lalu si pemberi pinjaman meminta kelebihan saat uangnya dikembalikan.

Ayat tentang riba sangat jelas disebutkan dalam Al-quran, salah satunya adalah, Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (QS. Ali Imran: 130).

Dan sebuah hadis Nabi Muhamad SAW, yang dengan gamblang mengharamkan riba, dan merupakan dosa besar.

“Jauhilah tujuh dosa besar yang akan membawa pelakunya ke neraka. Menyekutukan Allah, Sihir, Membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkan, Memakan harta anak yatim, memakan riba, Melarikan diri dari medan peperangan, dan Menuduh berzina wanita yang menjaga kehormatannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berzina saja dosanya sudah sangat besar, apa lagi berzina dengan ibu kandung sendiri? Dan itulah dosa riba yang paling ringan. Rasulullah SAW bersabda: “Riba memiliki 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” (HR. AI Hakim dan Baihaqi).

2. Dosa Riba lebih dahsyat dari 36 kali berzina

Rasulullah SAW bersabda: “Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Baihaqi). Satu kali berzina sudah cukup untuk mendatangkan azab, bagaimana lagi dengan riba walaupun hanya 1 dirham namun dosanya lebih besar dari 36 kali berzina!!

3. Di hari kiamat perut mereka akan membesar dan dipenuhi ular

Rasulullah SAW bersabda: “Pada malam Isra’, aku mendatangi suatu kaum yang perutnya sebesar rumah dan dipenuhi dengan ular. Ular itu nampak dari luar. Aku bertanya, “Siapakah mereka wahai Jibril?” Malaikat Jibril menjawab, “Mereka adalah para pemakan riba. (HR. Ibnu Majah, Ahmad.

4. Allah tidak menerima sedekah dari harta riba

Pelaku riba tidak mendapatkan pahala ketika hartanya yang dari hasil riba diinfakkan di jalan Allah, karena Allah hanya menerima dari sesuatu yang baik. Rasulullah SAW bersabda: Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu Maha baik dan tidak menerima kecuali sesuatu yang baik.” (HR. Muslim).

5. Doanya pelaku Riba sulit terkabul

Rasulullah SAW menceritakan, “Ada seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut dan berdebu. Kemudian ia mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a. Wahai Rabbku, wahai Rabbku.” Padahal makanannya dari yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram maka bagaimana Allah akan menerima do’anya?” (HR. Muslim) Berhati-hati dengan kehalalan setiap makanan yang kita makan, karena setiap daging yang tumbuh dari hasil yang haram maka akan dibakar di neraka. “sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka.” (HR. at Tirmidzi).

6. Pelaku riba berarti ia telah menghalalkan dirinya untuk di adzab oleh Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan dirinya untuk diadzab oleh Allah.
(HR. Al Hakim) Dengan menjadi pelaku riba berarti telah menantang Allah dan RasulNya untuk berperang, sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman. Jika kamu tidak melaksanakannya (meninggalkan sisa riba), maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertaubat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim dan tidak dizalimi.” (QS. Al-Baqarah: 278-279) Berperang melawan Allah, akankah mereka meraih kemenangan jika yang mereka hadapi adalah yang menciptakan langit dan bumi?

7. Pelaku riba dilaknat oleh Rasulullah SAW

Rasulullah SAW melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba (sekretaris) dan dua orang saksinya. Beliau mengatakan, “Mereka semua sama. (HR. Muslim) Setelah meninggal pemakan riba akan di adzab dengan berenang di sungai darah sembari mulutnya dilempari dengan batu sehingga dirinya tidak mampu untuk keluar dari sungai tersebut.

Sebagai umat muslim, wajib hukumnya untuk menghindari perbuatan riba. Berusaha dengan menjauhi riba, akan lebih baik bagi muslim yang mengharap ridho Allah SWT.***

source: hallobogor.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *