Setiap muslim meyakini bahwa kitabnya adalah Al quran, dan setiap muslim mengimani kitab tersebut sebagai wahyu dari Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya Muhammad, Mengimani apa yang ada didalamnya (Meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan.

Al quran merupakan kitab yang tidak ada keraguan didalamnya, sebagaimana firman Allah

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
Artinya :
Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. [QS. Al-Baqarah: Ayat 2]

Artinya bahwa semua yang terkandung didalam al quran adalah kebenaran yang haq yang tidak bisa dipungkiri lagi, untuk itu kewajiban bagi seorang yang meyakini bahwa Al quran adalah kitabnya maka wajib pula baginya untuk mengimani dalam hati isi al quran, membaca dengan lisan apa yang dituliskan, dan mengamalkan dengan perbuatan apa yang di perintahkan dan di larang, sehingga pada akhirnya dengan mengamalkan apa yang diperintah dan menjauhi serta meninggalkan apa yang dilarang maka kita akan tergolong kedalam golongan orang-orang yang bertakwa.

Salah satu contoh ayat yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini adalah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ . فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.” (Al Baqarah: 278-279)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir di jelaskan bahwa Ayat diatas merupakan sebuah perintah dan juga ancaman bagi orang-orang yang beriman dari Allah.

Perintah pertama yaitu untuk bertakwa (yakni takutlah kepada Allah karena Allah senantiasa mengawasi seluruh perbuatan manusia),

Perintah yang kedua adalah perintah untuk meninggalkan sisa RIBA yang belum di pungut (harta yang merupakan kelebihan dari pokok yang harus dibayarkan oleh orang lain)

Asbabun Nuzul lihat dalam Tafsir Ibnu Katsir Jilid 2 hal 73

Kemudian ancaman yang dituliskan dalam ayat ini adalah tentang orang yang terus melakukan praktik RIBA setelah turunya ayat ini maka Allah dan Rasul-Nya akan memerangi orang tersebut. Hakikat memerangi dalam hal ini sebagaiman dijelaskan pada Surat Al Baqarah ayat 276 “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah”. Salah satu bentuknya adalah bahwa Allah berjanji akan memusnahkan atau menghancurkan harta Riba tersebut dalam hal ini baik sifat maupun keberkahan dari harta tersebut.

Sementara dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Ibnu Juraij meriwayatkan, Ibnu Abbas mengatakan فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu artinya Yakinlah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangi kalian.

Kemudian diriwayatkan pula darinya, ia berkata “ Pada hari Kiamat kelak akan dikatakan kepada pemakan riba, Ambilah senjatamu untuk berperang.” Kemudian ia membaca فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ “Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.”

Sebagaiman penjelasan diatas bahwa apa yang tertulis dalam al quran adalah kebenaran yang tidak terbantah atau tidak ada sedikitpun keraguan didalamnya, maka kewajiban kita adalah mentaati apa yang telah Allah perintahkan kepada kita.

Dan dengan senantiasa belajar kita tahu ancaman apa yang akan kita dapatkan ketika kita melanggar larangan tersebut, sebagaiman larangan bagi pelaku pemungut RIBA, bahwa Allah akan memerangi kita jika tetap menjadi pelaku riba, SENJATA APA YANG AKAN KITA GUNAKAN? Untuk melawan sang Maha perkasa, Sang Maha pemilik semua kerajaan, Sanga Maha memiliki segala-galanya.

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan taufik kepada kita khususnya bagi kami penulis untuk senantiasa menjalankan semua perintah Allah, menjauhi semua larangan-laranganya.

Demikianlan penjelasan singkat dan tentunya penuh dengan kekurangan yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini, sungguh kebenaran hanya milik Allah sehingga kami berdoa semoga Allah mengampuni setiap kesalahan dari kita dan khusunya bagi kami baik di kehidupan bermasyarakat maupun dalam tulisan kali ini.

Source : cahayainsani.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *