MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- Menyoal uang riba, netizen bertanya di situs alifmagz.com, apakah gaji karyawan pegawai bank konvensional (bukan bank syariah) halal atau haram?

“Saya sempat tertarik untuk bekerja di sebuah bank konvensional. Namun, saya teringat kalau gaji yang akan saya dapat adalah hasil dari bunga bank yang diambil dari nasabahnya. Jika bunga bank termasuk riba, apakah halal pekerjaan sebagai pegawai bank tersebut dan gaji yang diterima tersebut?,” demikian pertanyaan netizen, Irfan, Kamis (11/6/2015).

Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur’an, M Quraish Shihab, menjawab, berikut ini:

Para ulama, bahkan kaum Muslim, sepakat tentang haramnya riba, karena di dalam al-Qur’an hal itu disebutkan secara jelas dan pasti. Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (Q.S. al-Baqarah [2]: 275).



Akan tetapi, mereka berbeda pendapat tentang definisinya, sehingga mereka pun berbeda pendapat tentang praktik “bank konvensional”, khususnya menyangkut bunga bank.

Karena itu, ada ulama yang membolehkannya dengan alasan bukan riba, ada juga yang menilanya riba.

Kita mengetahui banyak praktik perbankan dengan aneka jasa yang ditawarkannya. Bila Anda berpendapat bahwa suatu bank melakukan transaksi atas dasar riba, kemudian hati dan pikiran Anda cenderung mengharamkan secara mutlak, maka dalam hal ini bekerja dan membantu terselenggaranya praktik riba itu, apa pun bentuknya, adalah haram.

Rasulullah saw. bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari sahabat belikau Abu Juhaifah, “Allah mengutuk pemakan riba dan pemberinya, penulisnya, dan kedua saksinya.”

Karena itu, jika bank itu hanya menawarkan jasa atas dasar riba itu saja, maka tentu saja keterlibatan pegawainya bekerja di sana juga dinilai haram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *