Dalam islam pinjam-meminjam uang (berhutang) adalah suatu yang tidak dilarang. Islam mengaturnya bahkan memperbolehkannya, asalkan bukan yang sifatnya riba dan bertentangan dengan dasar-dasar islam dalam rukun islam dan rukun iman. Aturan islam tidak ada satupun yang merugikan atau malah menjerumuskan. Untuk itulah manfaat beriman kepada Allah SWT, sampai kepada hal detil persoalan ekonomi pun islam mengaturnya. Dalam hal ini contohnya adalah masalah mawaris dalam islam (harta keluarga) dan bunga bank menurut islam.

Namun, perkembangan di zaman ini tengah berkembang juga diskusi mengenai hukum meminjam uang lewat bank. Beberapa pendapat mengatakan bahwa hal tersebut adalah haram karena termasuk riba.

Untuk bisa memahaminya maka berikut adalah dua pendapat yang bersebrangan mengenai hukum meminjam uang di bank.

Jenis Bank

Sebelum megetahui pendapat yang berbeda mengenai hukum meminjam uang di bank, maka tentunya perlu mengetahui terlebih dahulu jenis bank yang ada. Secara umum umat islam membaginya menjadi dua yaitu bank syariah dan bank konvensional.

Bank Konvensional

Bank konvensional adalah bank yang dalam penerapan sistem jasanya menggunakan proses ekonomi secara umum. Bank konvensional pada umumnya menggunakan sistem bunga dan memprioritaskan keuntungan. Penentuan bunga dan ketentuan lainnya dibuat saat pada perjanjian dibuat dengan dasar keuntungan. Presentase yang diberikan berdasarkan jumlah uang atau modal yang dipinjamkan. Adanya bunga bank, tetap harus dibayar tanpa melihat apakah nasabah tersebut untung atau rugi. Namun, pembayaran bunga tidak meningkat sekalipun jumlah keuntungan berlipat (bunganya tetap).

Bank Syariah

Bank syariah adalah bank yang dalam penerapannya menggunakan aturan atau syariah islam. Bank syariah tidak menggunakan bunga yang sebagaimana diterapkan oleh bank konvensional pada umumnya. Sistem dari bank syariah adalah mitra atau kerja sama sedangkan besarnya dibuat saat waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung dan rugi. Bila terjadi kerugian, maka kerugian tersebut akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak. Sedangkan pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan pendapatan.

Berikut adalah penjelasan dari hukum pinjam uang di bank :

Pendapat yang Memperbolehkan Meminjam Uang di Bank Konvensional

Menurut Rasyid Ridha

Rasyid Ridho adalah salah satu ulama yang membawakan semangat pembaharuan islam di masa moderen. Beliau mengemukakan pendapatnya mengenai Bunga Bank yang ada di Bank Konvensional. Beliau mengatakan bahwa kata Al-Ariba yang terdapat dalam QS Ali Imron ayat 130 adalah riba atau tambahan yang berlipat ganda atau adh’afan mudha’afah.

Riba pada masa turunnya Al-Quran adalah kelebihan yang dipungut bersama jumlah utang yang mengandung unsur penganiayaan dan penindasan, bukan sekadar kelebihan atau penambahan jumlah utang yang dibebankan pada si penghutang.

Source : https://umma.id/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *