Riba Ad Duyun/ Hutang Piutang.

Riba ad duyun artinya riba hutang piutang. Dalam hutang piutang kita mengenal istilah muqrid dan muqtarid. Muqrid adalah pemberi hutang, sedangkan muqtarid adalah penerima hutang. Mengenai riba ad duyun (hutang piutang) ini, telah dijelaskan dalam hadits yang artinya: “setiap hutang piutang yang mendatangkan manfaat bagi yang menghutangi, maka itu adalah riba.”

Ada dua macam riba ad duyun, yaitu:

1. Riba Qardh.

Riba qodrl adalah riba yang dihasilkan oleh tambahan atas pengembalian pokok pinjaman yang disyaratkan kepada peminjam. Singkatnya, riba ini terjadi apabila muqrid (pemberi hutang) mengambil kelebihan yang disyaratkan kepada muqtarid (penerima hutang). Misalnya rentenir yang meminjamkan uang sebesar 10 juta dengan syarat 20% selama 6 bulan.

2. Riba Jahilliyah.

Penambahan hutang lebih dari nilai pokok karena penerima hutang tidak mampu membayar hutangnya tepat waktu. Misalnya di zaman jahliyah, orang mau meminjami akan memberikan syarat pada peminjam. Syaratnya yaitu ia harus melunasi sesuai waktu yang dijanjikan atau menunda pembayaran namun memberikan tambahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *