Makna jual-beli atau perdagangan berbeda jauh dengan riba. Para ulama sepakat bahwa jual-beli hukumnya halal, sementara riba hukumnya haram. Bahkan dari sisi maslahat, keduanya memiliki perbedaan terjal.

Menurut Pakar tafsir terkemuka Indonesia, Prof Quraish Shihab, dalam Kitab Tafsir Al-Mishbah menyebutkan, orang yang mempersamakan jual-beli dengan riba akan kekal di neraka. Hal ini dilandasi pemaknaan Surah Al-Baqarah penggalan ayat 275 berbunyi:
“Wa man ‘a-da fa-ulaika ashabunnari hum fiiha khalidun,”. Yang artinya, “Adapun yang kembali (bertransaksi riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

Beliau menjelaskan, siapa saja yang menghalalkan riba maka dia sama saja tidak percaya dengan Allah. Dan orang yang tidak percaya dengan Allah maka dia akan kekal di neraka.

Lantas bagaimana jika mempraktikkan riba tanpa menghalalkannya? Menurut beliau, hal itu pun akan mendapatkan siksa neraka, namun yang bersangkutan tidak kekal di dalamnya. Pendapat Prof Quraish Shihab ini merupakan jawaban mayoritas ulama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *