DutaIslam.com – Dasar hukum riba dalam pandangan Islam biasanya dikaitkan dengan hukum riba bank atau dalam pengertian bunga bank. Apa definisi riba, pendapat ulama tentang riba? Silakan baca.

Definisi Riba
Secara etimologis, riba berarti ziyadah (tambahan). Sedangkan secara terminologis, riba adalah tambahan sesuatu yang dikhususkan. Maksudnya adalah tambahan pada modal pokok. Sebagaimana dalam firman Allah Swt:

أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَى مِنْ أُمَّةٍ
Artinya:
Disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain.” (QS. An-Nahl: 92)

Maksud arba dalam ayat di atas adalah lebih banyak jumlahnya.

Hukum Riba
Hukum riba adalah haram menurut semua agama samawi, kemudian agama Islam datang dan menguatkan hukum tersebut. Allah Swt tidak mengizinkan memerangi orang yang berbuat maksiat kecuali terhadap orang-orang yang makan dari hasil riba. Hukum diharamkannya riba dijelaskan dalam Al-Qur’an, Sunnah, serta ijma’ para ulama’.

Allah Swt berfirman :
وَأَحَلَّ اللهُ البَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَوا
Artinya:
“Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275).

Begitu juga dalam hadits riwayat Imam al-Bukhari yang bersumber dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah Saw bersabda:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ المُوْبِقَاتِ, قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ وَمَاهُنَّ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللهِ, وَالسِّحْرُ, وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِيْ حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالحَقِّ, وأَكْلُ الرِّبَا
Artinya:
“Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan.” Para sahabat bertanya, “Apa itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan riba” (HR. Bukhari dan Muslim).[1]

Sedangkan dalil dari ijma’, para ulama’ sepakat bahwa hukum riba adalah haram.[2]

Hikmah Diharamkannya Riba
Agama Islam mengajak umatnya untuk selalu tolong menolong dan senantiasa senang menebarkan cinta kasih antarsesama. Pada satu sisi, riba merupakan penyebab permusuhan antarmuslim dan menghilangkan kesadaran untuk saling tolong menolong.

Mengapa? Karena dengan riba, para pemodal akan dengan mudah mendapakan keutungan yang dapat menyebabkan ia malas bekerja kerja dan enggan menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Hal inilah yang akan menyebabkan kesenjangan sosial, orang miskin akan semakin miskin, dan yang kaya semakin kaya.

Hal ini jelas tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam yang menyeru untuk saling tolong menolong dan solidaritas antar sesama sehingga tercapainya kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itulah, Islam mengharamkan praktik riba dalam bentuk apapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *