Riba merupakan sesuatu yang tidak asing di telinga kita. Arti riba sendiri adalah tambahan. Di mana secara istilah riba adalah tambahan yang harus dibayarkan oleh seseorang yang berhutang kepada orang yang memberikan hutang dengan jumlah lebih dari uang yang dihutangkan saat perjanjian awal.

Secara sepintas saja sudah dapat dipahami bahwa riba sangat bertentangan dengan karakter Islam sebagai agama yang mengedepankan sikap saling tolong menolong. Sementara riba bukan memberikan keringanan, justru merugikan salah satu pihak, yaitu orang yang berhutang.

Karena jeleknya nilai riba Allah Swt menetapkan riba sebagai transaksi yang haram. Dalam QS. Ali Imran: 103 Allah Swt berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda. Dan bertakwalah kalian kepada Allah agar kalian mendapatkan keuntungan.”

Riba merupakan sesuatu yang tidak asing di telinga kita. Arti riba sendiri adalah tambahan. Di mana secara istilah riba adalah tambahan yang harus dibayarkan oleh seseorang yang berhutang kepada orang yang memberikan hutang dengan jumlah lebih dari uang yang dihutangkan saat perjanjian awal.

Secara sepintas saja sudah dapat dipahami bahwa riba sangat bertentangan dengan karakter Islam sebagai agama yang mengedepankan sikap saling tolong menolong. Sementara riba bukan memberikan keringanan, justru merugikan salah satu pihak, yaitu orang yang berhutang.

Karena jeleknya nilai riba Allah Swt menetapkan riba sebagai transaksi yang haram. Dalam QS. Ali Imran: 103 Allah Swt berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda. Dan bertakwalah kalian kepada Allah agar kalian mendapatkan keuntungan.”

Kedua, riba dapat merampas kekayaan orang lain dengan cara yang batil. Riba diharamkan oleh Allah Swt karena sadar atau tidak telah melegalkan praktik perampasan kekayaan terhadap mereka yang berhutang. Secara pelan tapi pasti, riba menggerogoti harta mereka yang sudah miskin, yang seharusnya dibantu, namun justru ditindas.

Dan keempat, riba membentuk orang menjadi malas. Riba dapat membentuk orang menjadi malas, karena hanya mengandalkan tambahan uang dari hasil riba. Orang yang menghutangkan harta bisa jadi tidak mau lagi berusaha mencari nafkah, dan hanya mengandalkan uang haram tuntutan riba.

Sebagai orang Islam kita harus bisa menghindari perbuatan riba. Selain jelas-jelas diharamkan dalam agama Islam, riba memiliki banyak keburukan di dalamnya yang sama sekali tidak pantas disemat kepada orang Islam. [Source : Akurat.co]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *