Di tengah banyaknya keluhan ‘ekonomi seret’ akibat merebaknya virus Korona, kredit kendaraan tentu dianggap sebagai jalur cukup memudahkan untuk mempunyai tunggangan yang dibutuhkan.

Namun, beberapa orang khususnya umat Islam tentu sungkan mengajukan kredit kendaraan karena bisa jadi hal tersebut termasuk riba.

Menurut ahli agama, Ustaz Abdul Somad, rupanya kredit kendaraan hukumnya halal dengan syarat tertentu. Ia berujar bahwa kredit bisa halal jika transaksinya berupa uang dengan barang.

Namun, jika calon pembeli kendaraan meminjam uang ke bank konvensional, lalu menggunakan uang tersebut untuk membeli kendaraan, maka hukumnya haram. “Duit dengan duit termasuk riba,” ujarnya pada media sosial Youtube. Sosok yang juga banyak dikenal dengan sebutan UAS ini membeberkan perbedaan kredit kendaraan yang terjadi di bank syariah dengan bank konvensional. “Di bank syariah, kendaraan itu dibeli oleh mereka (pihak bank,-red) secara kontan, barulah nasabah membeli kendaraan ke bank tersebut dengan cara mencicil, jadi akadnya bukan uang dengan uang, tetapi uang dengan barang,” terang UAS.

source : ayosemarang.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *