Bisnis Dunia Akhirat

Kalau punya usaha yang diniatkan hanya untuk mengejar materi, rasanya bakal capeeeek luar biasa! Tujuannya hanya duit, ketika omzet turun bisa loyo, ketika sekali waktu rugi bisa langsung nyesek di hati. Padahal ALLAH lah yang mengatur lalu lintas rezeki, tidak ada yang terjadi tanpa kehendak ALLAH. Tugas kita berikhtiar, berdoa, bersedekah, soal hasilnya ALLAH lah yang mentukan hasilnya.. sesuatu yang baik, pasti hasilnya juga baik. Sesuatu yang buruk, pasti juga akan berakhir buruk..

Seorang sahabat bertanya kepada Nabi, hidup seorang muslim yang baik itu seperti apa? Jawab Nabi: “berilah makan dan sampaikan salam..”

Berilah makan.. gak boleh pelit jadi orang. Ketika lapar orang bisa gelap mata, dia rela melanggar aturan hukum dan agama demi perutnya kenyang dan rasa lapar itu hilang.

Engkau tidak pernah tau dari mulut siapa doamu ternyata dikabulkan. Bukan tidak mungkin dari orang-orang yang engkau kenyangkan, terucap doa mereka yang diam-diam ditujukan untukmu..

Kawan saya di Sragen rugi dalam usaha sebelumnya meninggalkan utang milyaran. Ketika bangkit dia memilih berjualan ayam goreng lagi, namun tiap hari dia rutin membagi-bagi puluhan nasi bungkus kepada tukang becak, tukang sampah, bakul pasar dan siapapun yang membutuhkan. Perlahan usahanya bangkit lagi, rame lagi, sehari omzet warungnya bisa mencapai 15 juta. Bertahap utangnya lunas semua..

Di Bogor ada yang membuka warung sedekah, tiap rabu gratis makan buat siapa saja. Di Jogja ada warung soto yang menulis di spanduknya “Tiap jumat sebagian dari penjualan untuk anak-anak yatim”. Di Bandung ada yg berjualan nasi goreng, hari pertama langsung membagi gratis 1000 porsi dibayar dengan doa.

Ketika kemarin Valdy mitra saya di bakso Granatz Pedazz membuat promo di awal buka ratusan porsi bakso gratis selama dua hari, warung yang ada di timur bandara Jogja langsung penuh sesak orang-orang yang makan dan mendoakan..

Di Tengkleng Hohah, saya mengajak semua karyawan bekerja dengan niat ibadah, biar tiap bulan ada keuntungan yang kita sedekahkan untuk makan anak yatim di panti asuhan, bukti transfer saya foto dan saya upload di group WA karyawan, mereka bersahutan menjawab: alhamdulillaaah… alhamdulilaah.. alhamdulillah!

Di Jogja ada gerakan bagi sego, yang rutin mengumpulkan uang dari donatur, lalu membagi ratusan nasi bungkus tengah malam jumat kepada para tukang becak, pemulung, tukang sampah, pengemis, buruh pasar, relawannya siapapun yang mau bergerak bersama. Dari mahasiswa hingga pekerja atau yang punya usaha..

Kebaikan itu menular, energinya misterius bisa menyentuh hati banyak orang, tidak perlu proganda nyebar brosur dan spanduk dimana-mana, kadang sebuah ajakan sederhana jadi kebiasaan yang membahagiakan.

Kami di #SedekahRombongan yang dulu dimulai hanya dari coretan di blog gratisan, bisa menggerakkan ribuan orang ikut sedekah, hingga tiap bulan 1 milyar dana rata-rata disampaikan kepada duafa yang membutuhkan..

Hidup ini bukan hanya soal berapa banyak uang yang kau bisa dapatkan kawan!

Namun pertanyaan yang lebih penting, berapa banyakkah yang sudah ikhlas engkau sedekahkan?

@Saptuari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *