Usaha Limpahan Tanpa Riba

Limpahan air banjir mas? Bisa jadi seperti itu.. tapi ini limpahan PEMBELI!!
Waktu kemarin ke Bandung saya diajak membeli oleh-oleh di sebuah toko roti pisang yang terkenal, langsung deh istri saya membeli beberapa dus, habis sekitar 350.000. Kami menuju parkiran, dan ternyata diatara dua ruko itu ada pedagang oleh-oleh yang jualan di emperannya, tumpukan berbagai makanan, kripik pedas ada disana, lebih menariknya walaupun di emperan, pedagang itu dikerumuni banyak pembeli yang sebagian besar ada pembeli limpahan dari toko besar di sebelahnya. Termasuk saya, lihat ada keripik pedas harga 10 ribuan, ada keripik tempe 20 ribuan, langsung deh ambil kardus, beli sekalian yang banyak buat oleh-oleh, mau tau habis berapa? 420.000! Wew.. omzet dari saya aja dah ngalahin jumlah yang saya belanjakan di toko sebelah..

Kejadian terulang..
Ada warung bakso yang rame di dekat rumah saya, tiap siang berjejer-jejer pembeli bermobil padahal lokasinya ada di tengah desa, tanpa plang di pinggir jalan besar. Setahu saya di depan warung bakso itu selama ini adalah tanah kosong pekarangan, tidak dipakai. Ketika kemarin kesana saya lihat lho kok sudah ada penjual buah. Ada beberapa pembeli yang sedang menimbang buah. Usai membungkus bakso 6 habis 80.000, saya dekati kios buah itu tanya langsung kepada ibu penjualnya.

“Baru buka ya bu? Kayaknya waktu saya kesini belum buka..”

“Inggih mas, baru 10 hari buka disini.. biar yang makan bakso juga sekalian beli buah”

“Rame ya bu.. ini sudah berapa pembeli saja dari tadi”

“Alhamdulillah mas, banyak yang langsung beli sekalian ngebakso.. monggo mas, ini mangga ini ranum dan manis. Ini matoa, silahkan coba.. manisss rasanya, gak semua toko buah ada lho mas. Ini dari pohon langsung tadi metiknya di Bantul”

Woyoooo! Memang enak matoanya, niatnya tadi memang mau beli buah harus muter ke jalan lain, ini sekali jalan buah di depan mata. Langsung bungkus mangga 3 kilo, matoa 2 kilo.. dah habis 96.000!! Lhoo malah ngalahin belanja di warung bakso yang jadi sasaran utama tadi..

Begitulah…
JANGAN TAKUT KEHABISAN REZEKI!
Sejak jadi embrio ALLAH sudah menjamin rejeki kita, lewat plasenta rejeki itu ngalir masuk ke tubuh kita.. dijamin oleh ALLAH! Sampai akhirnya lahir dan kita segede ini..

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda:
“Jika kalian bertawakal kepada ALLAH dengan sebenar-benarnya, niscaya ALLAH akan memberikan rejeki kepada kalian seperti seekor burung, pagi-pagi dia keluar dari sarang dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang..”
(HR Ahmad dan Turmuzi)

Buat kawan-kawan yang sedang hijrah, meninggalkan pekerjaan sebelumnya yang perlente tapi ada siksaan bathin disana, takuuuuut bakal kehabisan rejeki? masak sih gak percaya dengan jaminan ALLAH?

Asal mau bergerak, ikhtiar dengan cara yang benar, sungguh rejeki ALLAH ada dimana-mana..
Yakin deh.. jika rejeki yang kita dapatkan adalah rejeki halal, bakal bikin hidup tenaaang dalam keberkahan.

“Barangsiapa berhijrah di jalan ALLAH, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak..” [QS An Nisa:100]

Salam,
Saptuari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *