Pengusaha Anti RIba

Dalam dunia kredit-mengkredit ternyata ‘prestasi’ kita selalu dipantau oleh Bank Indonesia selaku bank sentral di negara ini. Mereka punya data online urusan utang bank semua manusia dari Sabang sampai Merauke, dari Trenggalek sampai Pulau Rote, dari bakul gaplek sampai bakul tempe..

Kualitas kredit kita diberi ukuran Kol 1-5, Kol artinya Kolektibilitas atau kualitas tagihan utang. Kol 1-2 termasuk kategori lancar jaya, bayar utang tertib paling telat-telat dikit. Dapat cap nasabah teladan, dikasih medali virtual sebagai sasaran terbaik untuk menambah utang.. Ini nasabah yang jadi rebutan, semakin cepet lunas, semakin cepat tawaran kredit akan ditawarkan untuk dinaikkan. Jebakan sifat buruk utang adalah.. terus nambah.. terus nambah.. terusss nambah..

Kata temen saya yang kerja di bank dulu, urutan arti Kol 1-5 sebagai berikut:
Kol 1: artinya lancar
Kol 2: artinya punya tunggakan sampai dengan 90 hari (3 bulan)
Kol 3: artinya punya tunggakan sampai 120 hari (4 bulan)
Kol 4: artinya punya tunggakan sampai 150 hari (5 bulan)
Kol 5: artinya punya tunggakan 180 hari keatas (6 bulan)

Kol 3-5 ini sudah dalam pengawasan ketat BI, bahkan Kol 2 jika berturut-turut 3 bulan pun bisa diblack list sama BI.
Kol 3-5 sudah gak bisa utang ke bank lagi sebelum dilunasi, ini yang bikin eneg dan muntah bagian kredit bank, dulu waktu awal-awal sasaran empuk disayang-sayang, sekarang tinggal ‘dilepeh’ saja kayak ampas tebu dan dibuang..

Pilihannya adalah proses lelang aset yang dijadikan jaminan di bank melalui kantor KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang), saya dulu terburu-buru baca jadi KNIL.. Baru sadar kalau KNIL itu tentara Belanda tempo doeloe.. Hehe!

Jadi asset utang kita kayak rumah, ruko, tanah, atau lainnya akan disita, diumumkan di media massa, ini lho asset-asset rampasan perang yang dijual murah. Ada nama kita tuh! Maluuu dibaca ribuan orang, karena langsung dicap gak bisa bayar utang! Bangkrut! Bahkan ada tuh yang memfoto iklan lelang asset, jadi bahan gunjingan di WA.. “Eeeh temen kita nih! Gua kira dia sukses bisnisnya banyak, ternyata numpuk utang! Nih dia kena lelang..”
Yang temen beneran diam-diam mendoakan agar segera beres semua urusan, yang punya dendam bakal sorak sorai dalam hati menyukurkan… “Rasain luuu, modyaaarrr! bangkrut sekarang!”

Kalo sudah terjual nanti dihitung lagi, apakah bisa nutup utang kita di bank atau tidak, waktu jaman jahiliyah dulu ada praktek upgrade nilai agunan, bakalan ketahuan nih, ternyata rumah atau ruko yang diagunkan nilainya jauh dari uang yang sudah dicairkan.

Bahkan ada lho praktek yang ngeri bin sadizzz.. Rumah harga asli 300 juta dinaikkan appraisal jadi 500 juta, biar cair utangnya bisa 400 juta. Kalo udah cair pihak pengutang ngasih komisi ke oknum karyawan bank sekian persen. Ini dianggep saling menguntungkan, yang utang dapat duit cair lebih banyak, oknum bank dapat nutup target bulanan plus dapat komisi gelap dari dana yang dicairkan… Yang ini gak tercatat di BI Checking, tapi ada dalam catatan Allah Checking..

Dug.. Dug.. Dug.. Dug.. Jantung berdegub..
Apa itu mas Allah Checking?

Ini bro-sis ayatnya:
“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia..”
(Al-Qur’an Ar-Ra`d:11)

Ternyata CCTV Allah mantengin kita 24 jam, lewat malaikat yang Allah pasang di muka dan belakang, jika manusia di dunia saat ini ada 5 milyar, gampaaaang bagi Allah untuk bikin malaikatnya 50 Milyar.. Gak bakal kehabisan stock! Jadi yang ngawasin kita ada teruuss! Dan tiap hari malaikat ini dapat tugas nulis kebaikan dan keburukan yang kita lakukan.. Ini yang ngeriii bro!

Tiap hari selalu ada yang mati, kita pun masuk daftar antrian, naaah.. Pas nanti kita jatahnya dipanggil, malaikat sudah siap membawa buku catatan semua kelakuan kita… 😭😭😭

Ketahuan deh di raport itu:
1. Gak pernah sholat.. Centang!
2. Sholat hobinya telat.. Centang!
3. Gak bayar zakat.. Centang!
4. Gak pernah puasa.. Centang!
5. Gak pernah baca Quran.. Centang!
6. Gak pernah sedekah.. Centang!
7. Durhaka pada orang tua.. Centang!
8. Hobinya ghibah.. Centang!
9. Suka memfitnah.. Centang!
10. Dzalim pada orang lain.. Centang!
11. Makan riba.. Centang!
12. Makan suap.. Centang!
13. Makan rezeki haram.. Centang!
14. Utang gak dibayar.. Centang!
15. Suka Zinah… Centang!
16. Saya sudah tidak bisa melanjutkan… 😭

“Hanjuk piyeee” kalo raport kita hitam legam seperti itu? Disana cuman ada dua tempat.. Surga dan neraka.. Gak ada tempat mampir lainnya..

Bulan lalu dua kawan saya seumuran meninggalkan dunia, ternyata mati gak urut umur yaa.. Hiks!

Dan sampai hari ini, saya masih gemetarrrr membayangkan buku ‘Allah Checking’ saya masih hitam legam.. Saya sudah gak peduli BI Checking saya bagusss untuk sekedar menambah tawaran utang…

Salam,
Saptuari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *