Bank Tanpa Riba

Di tiap sesi seminar “Kembali Ke Titik Nol” saya mengajak peserta untuk ikut memikirkan apakah di jaman modern yang serba online ini kita bisa hidup tanpa bank?

Yang aktif dalam bisnis butuh jasa bank untuk transfer ke mitra dan suppliyer..
Yang jualan online butuh rekening untuk menampung dana pembayaran pembelinya..
Yang anaknya kuliah di luar kota butuh bank untuk mengirimkan uang..

Dalam beberapa kajian fiqih muamalah dijelaskan, menggunakan jasa bank yang tidak ada akad ribanya masih diperbolehkan, karena kita membayar jasa/ujroh/ijarah ke bank karena mereka melakukan sesuatu untuk kita, seperti transfer uang yang di kantor pos pun kita membayar jasa untuk mengirim uang via wesel. Dan bank berhak mendapatkan keuntungan dari akad ini.

Yang sekarang sedang heboh adalah menghindari produk bank yang mengandung riba, yaitu kredit dengan BUNGA berbunga, juga adanya DENDA berlipatganda, dan SITA yang menyesakkan dada..

Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Semua utang yang menghasilkan manfaat maka itu RIBA.” [HR. Ibnu Abi Syaibah]

Kenapa banyak orang ingin hijrah hidup tanpa utang dan riba? Karena hampir semuanya merasakan terkekang dan jauh dari keberkahan. Bisnis kayaknya jalan tapi tidak menghasilkan, asset sepertinya nambah tapi beban utangnya juga terus berlimpah ruah.. ngeri dah!

Terus adakah lembaga keuangan seperti bank yang benar-benar bebas riba?
Banyak pendapat di Indonesia belum ada, namun di Saudi Arabia sudah ada Al Rajhi Bank yang menjadi contohnya.

Yuk bareng-bareng baca artikel yang tersebar online di bawah ini, biar kita makin tambah ilmunya..

————————————-
Inilah Bank Dengan Konsep Tanpa Riba Terbesar di Dunia

Riyadh – Bank Islam tanpa Riba terbesar di dunia adalah Al Rajhi Bank, dimana tidak ada satu peserpun kewajiban bank untuk menambahkan nilai bunga untuk setiap transaksi simpan pinjam bagi para nasabahnya. Sehingga walaupun seorang nasabah menabungkan puluhan juta real atau milyaran real, pihak Al Rajhi Bank tidak akan pernah memberinya bagi hasil walau hanya 1 real saja, bila ia tidak menginvestasikannya dalam proyek-proyek yang dijalankan oleh Al Rajhi Bank.

Pihak bank dapat keuntungan dari proyek-proyek yang dijalankan oleh Al Rajhi Bank. Selain itu Bank mendapatkan keuntungan dari Wakaf Produktif yang dikelola oleh pihak bank. Bagi nasabah yang ikut andil berinvestasi dalam proyek yang dijalankan oleh bank tersebut, maka nasabah berhak atas keuntungan dari nilai proyek yang dijalankan.

Pemilik bank tersebut adalah konglomerat Muslim yang sangat dermawan bernama Sulaiman Al-Rajhi. Ia pernah dikisahkan telah memiskinkan dirinya dengan menyerahkan semua kekayaan pada ahli waris dan program-program wakaf. Kisahnya tentang membalas berkali-kali lipat kebaikan gurunya waktu kecil, sangat menginspirasi kaum muslimin di dunia.

Beberapa hal penting yang patut diketahui tentang beliau Al Rajhi adalah:

1. Majalah Forbes menyebutkan kekayaannya tercatat 7,7 milyar Dollar dan merupakan orang terkaya no. 120 di dunia, tetapi ia tetap tampil dengan sederhana, selalu berpakaian jubah putih bersih yang jauh dari kesan mewah.

2. Ia memulai usaha dari nol.., kehidupan di masa kecilnya sangat susah hingga pernah bekerja jadi kuli panggul dan menjual kayu bakar.
Dengan ketekunan, hemat dan kerja keras serta tawakkalnya kepada Allah akhirnya ia dan saudaranya memiliki kerajaan bisnis raksasa di Arab Saudi dan salah satunya adalah Bank Al-Rajhi, bank syariah terbesar di dunia yang ATM-nya tersebar di seluruh pelosok Arab Saudi.

3. Ia sangat dermawan. Dia memiliki yayasan amal besar yang menyalurkan donasi ke berbagai negara. Sulit menghitung waqafnya dan jumlah masjid yang telah dibangun, serta donasi untuk berbagai amal dakwah dan penyebaran ilmu.

4. Ia tidak meletakkan kekayaan di hatinya. Di masa tuanya kini ia telah membagi sekitar 6,7 trilyun (kalau dirupiahkan) hartanya kepada ahli waris dan kerabatnya serta fakir miskin hingga diibaratkan hanya memilih pakaian yang melekat di badan dan asset bisnis yang dikelola para professional yang hasilnya untuk amal sosial & dakwah. Ia menegaskan bahwa ia terlahir tanpa membawa apa-apa dan siap tidak tergantung pada harta sebelum meninggal dunia.

5. Tetangganya mengatakan bahwa konglomerat kelas kakap ini selalu datang paling awal ke masjid untuk shalat berjamaah. Bila muadzin masjid telat datang maka sang konglomeratlah yang mengumandangkan adzan.

6. Diantara masjid yang ia bangun salah satunya adalah Masjid Al-Rajhi di distrik Rabwah. Ini adalah masjid terbesar ketiga setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawiy di Madinah.
Masjid Ar-Rajhi ini bisa menampung 18 ribu jamaah.
Terdapat berbagai sarana pelayanan masyarakat seperti pusat pemandian dan pengurusan jenazah terbesar di Riyadh, auditorium untuk seminar dan ceramah, perpustakaan berisi 40 ribu jenis buku, tempat tinggal bagi para penuntut ilmu yang datang dari luar kota untuk mengikuti berbagai kajian keislaman, air zamzam sebagai minuman jamaah dengan kuota 400 galon perminggu, dan lain-lain. Dan saat shalat jum’at di lantai dasar dikhususkan untuk shalat jum’at orang asing dimana khutbah langsung diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk bahasa isyarat untuk jamaah yang tuna rungu dan tentu saja tersedia bahasa Indonesia.

Maasyaa’Allah

————————————-
Mari hijrah bersama ribuan orang lainnya, meninggalkan utang dan riba sambil terus berdoa semoga bank tanpa riba juga kelak akan hadir di Indonesia, agar semua nasabahnya tenang dalam bertransaksi disana.

Insya ALLAH…
Saptuari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *