Home / Uncategorised / DAUN PISANG TITIPAN IBU..
pengusaha anti riba
pengusaha anti riba

DAUN PISANG TITIPAN IBU..

Kemarin saya mengantar istri ke pasar, naik motor lewat pinggir sawah sementara Sakha anak saya duduk di depan. Belanja harian, dan juga ibu nitip dibelikan daun pisang untuk alas membuat wajik, makanan dari beras ketan dan gula jawa..

Lima belas menit menunggu, tidak banyak yang dibelanjakan pagi ini. Istri saya tidak mendapatkan daun pisang, biasanya sudah bersih, dilap atau dicuci, lalu dilipat rapi oleh penjualnya..

“Habis je yah, sudah muter gak ada yang jual..” katanya

Tiba-tiba matanya melihat daun pisang menjulur disamping motor saya parkirkan, mungkin selintas pikirannya sama dengan saya..

Naaah ini daun pisang, udah ambil aja… toh yang punya kebon gak tau. Tinggal tarik kebawah, dibeset sampai ke batangnya. Bawa pulang beres…

“Jangan nda, harus izin yang punya, walaupun selembar daun pisang saja.. kita cari yang jual di warung sayur di barat pasar saja” kata saya

Motor melaju pelan, anak saya tetep anteng pegangan stang. Semilir angin tak menggoyahkan..

“Wonten daun pisang mbak” tanya istri saya saya di warung barat pasar

“Wah pun telas mbak..” habisss juga ternyata

Sudahlah, kita cari lagi yang lainnya nanti juga dapat. Motor melaju lagi, di ujung jalan ada serumpun pohon pisang di pinggir jalan, sepertinya ini bukan milik orang, tumbuh liar.. mmm tapi ada pematang sawah dipinggirnya.. jangan-jangan juga milik orang, ada yang menanamnya. Harus izin ke pemiliknya.

“Ini nda.. daunnya bagus-bagus, tinggal ngambil.. tapi izin siapa ya?” Kata saya

Tiba-tiba, dari balik rimbun pohon pisang muncul wanita tua memakai caping dan bawa arit. Spontan istri saya langsung minta izin..

“Mbah, nyuwun daun pisangnya nggih…”

“Lhaa monggo, butuh pinten.. kulo tebaske” jawabnya

Bet!! Bet! Bet! Bet!

Empat kali tebas, daun pisang langsung putus dan dengan halal kami terima. Ketika kami tidak mau mengambil hak orang tanpa izin, ALLAH hadirkan penggantinya. Bertemu di menit dan detik yang sama dengan simbah itu. Kalau 5 menit berselang kami lewat, bisa saja simbah itu sudah berlalu. Dan kami tidak membawa daun pisang pesanan ibu..

Ini ilmu kehidupan, sederhana, tapi harus diterapkan dalam bisnis kita. Apapun itu.. jika bukan hakmu, jangan ambil.. jangan kau makan..

Sebuah komentar muncul di postingan instagram saya.

“Mas Saptu, saya kirim DM nggih.. mohon dibaca, ada yang harus selesaikan..” katanya

Saya buka akunnya, klik message dan ini isi pesannya..

“Mas 2 hari lalu saya makan bareng keluarga di Tengkleng Hohah, kebetulan kami sedang liburan ke Jogja. Selesai bayar kami pulang, ketika di jalan saya baru inget satu krupuk yang saya makan belum saya bayar. Saya minta rekening mas untuk saya transfer…”

Masya ALLAH!

Kerupuk seharga 1000 rupiahpun bikin ngganjel di hati, jangan sampai jadi pertanyaan di akherat nanti ketika belum ada ridho dari pemiliknya..

“Waah.. dengan ini saya ikhlaskan satu krupuk untukmu… haaalaaal!” Jawab saya menuliskan akadnya

“Waduh, makasih ya mas! Jadi lega hati saya.. insya ALLAH kapan-kapan mampir lagi kalau ke Jogja”

Di dunia yang semakin gila, korupsi dimana-mana, yang haram ditelan dengan rakusnya, saya sering bertemu orang-orang yang terus menjaga kejujurannya. Mereka yang merasa diawasi oleh ALLAH, sehingga tidak berani mengambil sekecil apapun yang bukan menjadi haknya..

“Faman ya’mal mitsqaala dzarratin khairan yarah”
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”

“Wa man Ya’mal mitsqaala dzarratin syarran yarah”
“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”

Begitu peringatan ALLAH dalam surat Al Zalzalah 7-8

Ternyata “CCTV nya” ALLAH terus merekam semua tingkah laku kita, dan nanti harus dipertanggungjawabkan..

Mumpung masih ada kesempatan, coba ingat-ingat… berapa banyak tempe ibu kantin yang kamu makan diam-diam, dan sampai hari ini belum terbayarkan?

Saptuari

Pesan T-Shirt Pengusaha Anti Riba Sekarang Juga

About admin

Check Also

solusi riba

SOLUSI UNTUK PNS… (P)ENGEN (N)GLUNASI (S)ISA UTANG

Setelah postingan saya “SK Yang Tergadai” temennya “Putri Yang Tertukar” direpost ribuan orang, banyak kawan-kawan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *