Home / instropeksi / Kayamu Palsu..

Kayamu Palsu..

Dalam diri manusia pasti sifat pamer itu ada, hanya tergantung kadarnya. Ada yang memang menjadikan pamer sebagai kebiasaan harian yang berlebihan, ada pula yang secukupnya saja… namun ada juga yang bisa mengekangnya, isi sosmednya lebih banyak nasehat bijaknya, atau malah gak pernah nyentuh sosial media.

Berapa banyak yang kena jebakannya, termasuk yang nulis ini:

Punya rumah baru, foto dulu lalu upload biar ucapan selamat berdatangan..

Punya mobil baru, foto di depan dan di dalamnya agar dapat decak kekaguman..

Punya bisnis baru, jepret di depan agar makin dapat pengakuan..

Liburan ke luar negeri, upload agar dianggap eksis gak ketinggalan jaman..

Umroh, foto di samping kabah biar hidupnya tampak penuh keberkahan..

HP baru, motor baru… jeprat jepret, sayang kalau gak ditunjukkan!

Anak baru.. semua tingkahnya direkam dan difoto, upload bukti subur tanpa kemandulan..

Bahkan kalau perlu uang segepok ditunjukkan, dengan alasan sebagai motivasi kesuksesan..

Harta.. harta.. harta, ketika pengakuan dari kawan-kawan datang, lezatnya sungguh gak ketulungan!

Derajat seolah naik! Harga diri seolah melejit!
Yang dulu menjauh, tiba-tiba mendekat lagi..
Yang dulu buang muka, sekarang ramahnya luar biasanya!
Yang dulu gak mau kenal, sekarang ngaku saudara..
Yang dulu gak pernah kontak, sekarang eksis mendadak..

Harta.. harta… harta!
Sayang demi pengakuan tampak kaya banyak yang menghalkan segala cara! Halal haram bukan urusan, cara ribapun tetap ditelan..

Kita sibuk dengan penilaian orang lain, hingga hidup dalam kepalsuan..

Namun kawan, ada nasehat dari Al Quran yang makjleb kena di hati!
Sehebat apapun engkau dengan kekayaanmu yang dipamerkan itu, semuanya palsu.. dusta.. bahkan dusta agamanya!

Siapa mereka?

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agamanya? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’ dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” (QS. Al Maa’uun: 1-7).

Juga ini..

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin” (QS. Al Fajr: 17-18).

Kena semuanya.. ketika kita sibuk dengan mengumpulkan harta tapi tidak peduli sesama, sungguh kita tidak lebih sebagai pendusta agama..

Ada duafa gak bisa makan.. kita cuek!
Ada orang miskin lemah.. kita tutup mata!
Anak yatim tak bisa sekolah.. bukan urusan kita daah!
Orang sakit tak bisa berobat.. mungkin mereka kualat!

Sungguh.. pamer harta lebih nikmat, daripada menolong mereka! Dan sungguh jidat ini sudah ditempel cap palsu kekayaannya.. ternyata hanya bohong saja semuanya!

Video ini masuk ke HP saya ketika akan naik kereta dari Purwokerto ke Jogjakarta.. saya gak peduli air mata netes dilihat beberapa penumpang lainnya..

Saptuari

Pesan T-Shirt Pengusaha Anti Riba Sekarang Juga

About admin

Check Also

anti riba Pasti mati

PASTI MENYUSUL MATI..

Renungan Jumat Ceramah Jumat oleh ustadz Teguh Zuhair tadi bikin kebat-kebit.. “Kita bukan manusia yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *