Home / inspirasi / HIDUP WANG SINAWANG…
hargai hidup Anda
hargai hidup Anda

HIDUP WANG SINAWANG…

Itu istilah dalam bahasa Jawa, artinya kita hidup senengnya memandang dan menilai orang lain.

Kita menilai dia..
Dia menilai kita..

“Eh, mobilnya merek apa? Aaah cuman mobil harga 100 an juta, masih mahal mobilku..”

“Gaya hidupnya begitu, padahal rumahnya di gang sempit, motor kalo lewat harus kecepatan 3 km/jam.. “

“Wah dia dah sukses ya! Lihat tuh facebooknya liburan terusss.. tiap minggu kok liburan! Gak tau deh duitnya dari mana..”

“Pantes dia kaya, wong bapaknya juga konglo! Duit bejibun.. sejak ceprot lahir juga dah punya rekening tabungan penuh duit. Wajar aja sekarang dia kaya.. cuman warisan ajah!”

“Dia tuh punya kandang kuda sendiri lho.. dulu mah suka ke rumah waktu masih susah, sekarang dah kaya gak nongol batang janggutnya..”

“Wah ibu tambah cantik dan sukses, mobilnya bagus gonta-ganti terus, rumah guede.. suami baik, anak-anak di sekolah favorit semua.. saya ngiri deh dengan ibu..”

Mmm…
Yayayaya…

Sekitar 3 bulan lalu usai subuh HP saya berdering berkali-kali, tidak saya angkat.. siapa juga dah nelpon lebih cepat dari matahari nongol..

Disusul WA sesudahnya..
“Salam mas, saya bu Kembang (bukan nama sebenarnya), saya dapat nomor ini dari pak ustadz. Bisa saya telpon sebentar..”

Mmmm.. sinyal pendeteksi utang di kepala saya bunyi.. dit dit dit dit…!!

Saya pernah bertemu beliau sekali beberapa tahun lalu, salah satu simbol pengusaha sukses di Jawa Bagian Tengah. Bisnisnya merajalela dimana-mana, dari hotel, gedung pertemuan, katering, hingga rumah makan.. levelnya sudah ningrat lah, mobil mewah dan emas bergelantung jadi simbol saksess yang akan dinilai ketika orang bertemu orangnya..

“Monggoo bu.. ada yang bisa dibantu?”
Saya membuka pembicaraan..

“Mas bisa beri saran kepada saya, saya terjerat utang yang sangat besar, banyak usaha saya sudah tutup, saya sudah tidak sanggup bayar lagi, ada aset saya yang sudah mau dilelang bank..”
Lanjutnya

“Mohon maaf bu, berapa hutangnya ya?”

“47 milyar mas.. tiap bulan habis sudah buat bayar cicilan. Hotel-hotel saya mau jual belum laku. Yang gedung pertemuan mau disita bank. Mereka tawarkan dengan harga rendah agar cepat laku.. ya saya gak mau, gak bisa nutup utang saya. Kami sekeluarga sampai pecah dan berantem terus, termasuk dengan anak-anak saya karena mereka nunjuk pengacara sendiri..”
Gimana mas solusinya?

“Mmmmm… ya taubat dulu bu, kalau memang harus kehilangan semua ya ikhlaskan saja, toh dulu juga gak punya apa-apa kan. Kalau sibuk mempertahankan harta, maka mau kembali ke titik nol-nya jadi makin lama, karena harta digenggam gak mau dilepaskan, rasa sayang, eman-eman, yang menghalangi hati tidak ikhlas untuk mendatangkan pertolongan ALLAH..”
Lanjut saya..

“Tapi itu harta saya mas, bertahun-tahun saya mengumpulkan dengan keringat saya, masak saya lepas begitu saja..”

“Betul bu.. cuman sayangnya ibu mengumpulkan dengan berlandaskam utang, jadinya rapuh. Asset kelihatan banyak, tapi utang juga terus ditambah. Tiap bulan membayar kepastian cicilan dan bunganya, padahal tidak ada jaminan semua bisnis ibu akan lancar terus, dalam bisnis kan rejeki misterius bu, kadang untung, kadang nombok.. kalau dah nombok beruntun ini yang harus waspada, salah manajemennya atau ALLAH gak ridho dengan cara kita mencari rejeki.. dan itu peringatan awal dari-Nya”

Beliau terdiam..

“Saran saya rembuk dengan seluruh keluarga bu, bicarakan ke suami dan anak-anak, ngobrol dari hati ke hati.. tidak usah sibuk dengan penilaian orang, lepaskan saja.. kalau nanti utang sudah terbayar, pasti ibu bisa bangkit lagi. Ibu kan pengusaha yang mentalnya sudah teruji, bertahun-tahun dari nol memulai usaha, jaringan juga ada, lebih mudah untuk ibu bangkit lagi.. tentu sekarang lebih hati-hati bu, tidak perlu menumpuk asset dengan utang…”

Beliau mengucapkan terimakasih sebelum menutup telponnya.. semoga ALLAH mudahkan proses hijrahnya.

Begitulah “wang sinawang” dalam hidup.. orang yang kita pandang kelihatan kaya raya, banyak usahanya, diliput banyak berita, tapi kita tidak tau jeroannya.. dalamnya kayak apa.. semua bisa ditutupi agar bisa tampil terpandang dan mengundang pujian..

Termasuk kita semua..
Jika tidak hati-hati, maka kita akan terlena di dunia yang menipu mata..

Orang menjadi kaya ketika ALLAH ridho dengan hidupnya, bukan tentang berapa mobilnya, berapa rumah dan rukonya.
Tapi berapapun harta yang dimilikinya, dia merasa cukup dan bisa menikmati hartanya dengan tenang..

Dia ambil secukupnya untuknya dan keluarganya, sebagian lainnya dia sedekahkan kepada sesama.. itulah orang kaya sesungguhnya. Dunia dapet, akherat pun banyak tabungannya..

Jika boleh saya iri.. saya memilih iri pada orang-orang seperti mereka..

Itu sadja!

@Saptuari

Pesan T-Shirt Pengusaha Anti Riba Sekarang Juga

About admin

Check Also

pengusaha anti riba

JUST FOCUS ON ALLAH! UTANG 3 MILYAR LUNAS DAN KEAJAIBAN TERUS BERDATANGAN..

Madinah waktu subuh.. Saya dan mas Munawar keluar dari hotel berdua menuju masjid Nabawi. Sampai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *